Kamis, 27 Oktober 2011

Lentera yg kembali meredup


Entah apa yang sekarang ada dipikiranku smuanya membuatku menjadi galau...

aq g ngerti permainan seperrti apa yang sedang aq hadapi saat ini tidak semudah apa yang aq lakukan sebelum-sebelumnya.

Sebuah pencapaian dalam hidup, apa yang menjadi tolak ukur tingkat keberrhasilannya??

Semuanya serba tak menentu bergantung dari apa yang akan kita tampilkan sebagai pemenangnya. Kadang kala orang berpikir bahwa sebuah pencapaian hidup adalah keluarga harmonis, ketenangan jiwa, istri lebih dari satu, jabatan, atau materi berlimpah. Setelah aq tanya beberapa orang yang ada disekitarku masing-masing punya jawaban sendiri-sendiri.

Seperti sebuah udara yang memberi harapan hidup kepada manusia, udara juga mampu menghancurkan harapan manusi seperti menjadikan dirinya angin kencang yang tiada ampun merusak smua hal yang dimiliki manusia.

Seperti mata uang logam yg selalu mempunyai 2 sisi yang hanya dapat ditampilkan satu sisi disetiap moment yang berbeda secara acak dan bergantian.

Lalu apa pencapaianku???
Karir??
Keluarga??
Materi??
Entahlah,,,
Saat ini aq merasa bersyukur atas apa yang aq miliki dan aq hanya ingin melakukan yang terbaik sebisaku untuk orang lain, tentu saja itu pikiran ideal aq dikala aq tidak perlu gundah atau risau terhadap suatu hal. Tentu ada pertanyaan "lalu pencapaian macam apa yang ada dikala pikiran tidak menentu???" yap... apa??

Saat ini pikiranku sedang tak menentu, entah apa yang menyebabkannya aq g mau berpsekulasi. Kl aq bilang aq spt ini karena A atau B atau C nanti malah salah2an satu sama lain.
Ah tapi gak kok aq tau aq knp spt ini...
Haddewwwwwww...
Kenapa siy smuanya bisa begitu rumit seperti ini? knp musti aq yg berperang dgn sisi lain diriku?? Kmrn seperrtinya smuanya mudah (bukan berrarti kmrn aq gak kepikiran satu apapun) jalan keluar yg diambil bisa dgn mudahnya dipilih gak perlu bingung2 seperrti sekarang ini.

Kok jadi benang kusut yah???
Gak ada kejelasan satu ajah...

Jujur ajah stelah smua yang aq lalui dulu, hal seperti ini tidak lagi menjadi pikiranku apalagi sampai menyita banyak energiku untuk berpikir hal semacam ini.

Yang aq lakukan hanya berusaha menjadi yang terbaik buat smua orang yang ada disekitarku, mempunyai kontribusi yg jauh lebih baik dari apa yang seharusnya (baca:gaji). Aq sangat menikamati saat2 aq menjadi berguna lebih dari yang seharusnya, repot sana sini, berkarya, smua waktu tercurah untuk bekerja sampe aq sadar saat itu waktu untuk keluarga berkurang. Baru sadar pas mami bilang "mbak chi g pulang? mama kangen neh..." tapi aq seneng loh,,,

Setelah smua itu mulai memuaskan aq dan membuat aq bersinar diantara temaran sinar orang lain aq mulai berpikir bahwa ada hal yang menunggu yang mau tidak mau musti aq lewati, hal yang tidak mungkin hanya untuk dilompati dan menjalani yang selanjutnya.

Aq musti membuka hati untuk lebih menyempurnakan sinarku, namun ternyata lagi2 itu tidak mudah buat aq, salah langkah maka sinar yang aq punya pasti redup kembali. Yah... redup kembali seperti saat ini...

Kalau manusia tidak dituntut untuk berkembang dari sebelumnya maka aq lebih memilih untuk tetap berada di zona nyamanku dulu,,,
Kenapa dulu musti meredup sinarnya???
Betapa cantiknya jika sinar yg dulu aq punya ditambah dengan sinarku yang sekarang, smua seperti apa yang aq rencanakan. Aq inget banget dulu aq punya impian bersinar bersamanya dgn pencapaianku saat ini.

Apakah salah jika aq punya mimpi yang sama seperti dulu???
Apakah harus ada pilihan??
Apakah aq g bs memiliki 2 sinar itu??
Apakah bisa dipermudah hanya AKU, KAMU, KITA??

Kalaupun aq g bs bersinar seperti bulan di gelap malam, bolehkan aq berrsinar seperti lentera dimalam hari...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar